Tahun 2019 Pemkot Lubuklinggau Kurangi Honorer, Mereka Tak Punya Keahlian Dipangkas

Para Honorer tidak disiplin dan tanpa keahlian (skill) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau mendatang siap-siap dirumahkan mulai tahun depan.

Sebab, Pemkot setempat berencana akan mengurangi puluhan honorer yang berdinas di seluruh instansi di lingkungan Pemkot Sebiduk Semare.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe pada awak media saat berkantor dihari pertama kerjanya menjadi Wali Kota Lubuklinggau.

“Wacananya kita mengurangi honorer semua OPD yang tidak punya keahlian atau kemampuan,” ungkap wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini, Kamis (20/9/2018).

Kedepan honorer yang akan dipakai oleh Pemkot Lubuklinggau adalah honorer yang memang mempunyai keahlian, untuk membuktikan keahlian itu pihaknya akan melakukan seleksi kepada honorer yang ada saat ini.

loading...

“Jadi yang akan kita berdayakan memang honorer yang punya keahlian dan skill, sedangkan yang tidak punya keahlian akan diberhentikan,” kata Nanan.

Menurut Nanan wacana pengurangan honorer dilakukan oleh Pemkot lantaran besarnya beban biaya anggaran yang harus dibayarkan untuk mengaji para pekerja tersebut.

“Sekarang kita tengah berhemat, sedangkan jumlah honorer Kota Lubuklinggau ini sangat banyak, saat ini saja anggaran yang dikeluarkan untuk para honorer ini mencapai Rp 30 Miliar,” ungkapnya.

Nanan pun mengaku berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), jumlah Honorer di lingkungan Pemkot Lubuklinggau memang sudah membludak dibandingkan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Bukan lagi kebanyakan, sangat banyak sementara keuangan pemerintah tidak memadai,” tuturnya.

Sumber: Tribunsumsel.com