160 x 600
160 x 600

Ternyata Fogging Nyamuk Berbahaya ! Ini Penjelasan dr Jeannita Sri A Purba

Kementerian Kesehatan akan melakukan penilaian eliminasi malaria di Kota Lubuklinggau pada 21-25 Januari mendatang. Sejumlah persiapan sudah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan menggandeng OPD lainnya. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor Persiapan Eliminasi Malaria dan Penanggulangan Peningkatan Kasus DBD Melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik pada Selasa (14/01/2019).

Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani dan Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Idris.

Dalam rapat tersebut dibahas rencana upaya penggerakan masyarakat untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui sejumlah kegiatan. Rapat dibuka Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani dan Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Idris.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Jeannita Sri A Purba memberikan penjelasan terkait berbagai upaya yang harus dilakukan. Berdasarkan fakta, upaya pengasapan atau fogging untuk membunuh nyamuk di suatu daerah, ternyata salah besar.

Selama ini masyarakat terlalu percaya, fogging efektif memberantas nyamuk penyebab penyakit. Bahkan, jika terjadi kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), warga akan memaksa dilakukan fogging di wilayahnya.

Namun, kenyataannya fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya masih ada. Padahal, jentik berpotensi untuk menjadi nyamuk Aedes Aegypti dengan masa hidup sampai enam bulan di genangan air yang relatif bersih.

“Jika memang fogging terpaksa dilakukan, saat pengasapan berlangsung, warga harus menutup rapat makanan dan minuman. Setelah pelaksanaan, warga harus melakukan pembersihan sisa racun fogging dengan mengepel,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar pun menegaskan agar semua pihak turut aktif untuk mengedukasi masyarakat terkait bahayanya fogging. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan lebih baik dilakukan seluruh lapisan masyarakat ketimbang tetap melakukan pengasapan.

“Dimulai 25 Januari nanti, kita akan rutin melakukan gotong royong serentak di seluruh kota untuk membersihkan lingkungan dan memberantas tempat tinggal nyamuk. Gotong royong serentak akan dilakukan setiap bulan, melibatkan kecamatan, kelurahan, dan seluruh warga masyarakat,” ungkapnya.

Sumber: Diskominfo Lubuklinggau