160 x 600
160 x 600

Kota Lubuklinggau Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Balap Sepeda

INFOLUBUKLINGGAU.ID – Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, terpilih menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional balap sepeda yang dijadwalkan berlangsung pada 13-20 Juli 2019.
Kejurnas balap sepeda untuk disiplin “road bike dan mountain bike” (MTB) tersebut sekaligus ajang babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) Papua 2020.

Ketua Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumatera Selatan, Leonardo Sohe mengatakan kejurnas tersebut digelar bekerja sama dengan pemerintah Kota Lubuklinggau sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan, salah satu arena lomba yakni trek internasional Bukit Sulap.

Nomor yang dilombakan untuk dua ajang yakni Road Bike Pra PON 2020 dan Kejurnas 2019 disiplin Criterium, Individual Time Trial (ITT) dan Individual Road Race (IRR), Mountain Bike Pra PON disiplin Downhill Individual (DHI) dan Cross Country Olympic (XCO)

Sedangkan untuk MTB Kejurnas yang diperlombakan adalah Downhill Indovidual (DHI), Enduro (END), Cross Country Olympic (XCO) dan Cross Country Elliminator (XCE).

“Semua yang diperlombakan untuk nomor putra dan putri,” lanjutnya.

Nomor Road Bike kelas Criterium Start dan Finish menggunakan lintasan Lapangan tembak Perbakin Lubuklinggau.

Untuk Individual Road Race (IRR) start dan finish menggunakan Lapangan Perbakin dengan jalur lintasan menggunakan melewati jalan raya kota Lubuklinggau sepanjang 13 kilometer yang ditempuh sembilan putaran untuk putra dan enam putaran untuk putri.

Sedangkan untuk kelas Individual Time Trial (ITT) start dan finish di Terminal Watas menempuh lintasan Jalan Lingkar Selatan sepanjang 30 Kilometer untuk putra dan 20 Kilometer putri serta Kategori Mountain Bike (MTB), kelas perlombaan tersebut akan dipusatkan di Trek Internasional Bukit Sulap.

“Kejurnas ini sangat penting karena akan menentukan nasib tim balap sepeda mereka di PON 2020 Papua, kuota yang akan mereka dapatkan sangat tergantung dari hasil Pra PON,” demikian Leonardo.

Hingga akhir Juni, kata dia, susah ada 20 pengurus provinsi mendaftarkan diri untuk kejurnas dan pra pon tersebut. Diperkirakan peserta dan official berjumlah 250 orang lebih. (Antara)