Wawako : Perhatian Lebih Jajanan di Sekolah

INFOLUBUKLINGGAU.ID –¬†Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar membuka kegiatan Bimtek Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekokah (PJAS) tahun 2019 di Hotel Burza Kota Lubuklinggau, Senin (27/05/2019).

Ikut hadir Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang Dra Hardaningsih, Kepala Dinas Kesehatan Idris, serta peserta yang diikuti para kepala sekolah dan pengurus kantin di sekolah-sekolah dalam wilayah Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara.

Peserta Bimtek tahap pertama ada 28 kepala sekolah dari tiga daerah.

Dalam bimtek ini juga dilakukan penyerahan secara simbolis paket edukasi sosialisasi ketahanan pangan kepada anak-anak. Setiap sekolah dapat satu paket edukasi berupa poster, buku, flash disk materi ketahanan pangan, permaian ular tangga berisi pertanyan edukatif ketahanan pangan untuk anak-anak, celemek dan topi untuk petugas kantin, serta banner lima kunci keamanan pangan.

Dalam sambutannya, Wawako Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar menyampaikan pentingnya keamanan jajanan anak-anak di sekolah.

“Ini sangat penting, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau sangat mendukung bimtek ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan makanan sehat, anak dapat cerdas. Kita akan diganti oleh generasi anak cucu kita, maka dari itu anak cucu kita harus sehat dan cerdas. Di sekolah harus diperhatikan agar anak-anak kita tidak ada kekurangan gizi dan makannya terjamin sehat,” jelasnya.

Ditegaskan Sulaiman, tidak seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau hidup berkecukupan ekonomi. Pemerintah harus menjamin, mencukupi, dan membantu mereka untuk mendapatkan makanan yang terjamin gizi dan kesehatannya.

“Pemerintah sekarang sangat fokus pada bidang kesehatan dan pendidikan. Mari kita sama-sama mengingatkan kepada pelaku usaha menggunakan bahan yang aman, agar anak-anak kita aman dan terjamin makanannya. Pemkot Lubuklinggau sangat support kegiatan Bimtek ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Palembang, Dra Hardaningsih bimtek jajanan anak sekolah ini digelar di seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.

“Jajanan sekolah adalah kebutuhan anak, ini butuh perhatian kita semua. Masalahnya masih ada pangan yang bahannya berbahaya. Ini tugas kita bersama agar jajanan anak ini menjadi makanan yang baik dan bergizi,” ucapnya.

Ada 28 kepala sekolah dari tiga daerah yang mengikuti bimtek untuk tahapan pertama itu. Sedangkan, tahap kedua akan digelar usai Idul Fitri.

“Kita harus melakukan pengawasan pelaku usaha yang masih memakai bahan berbahaya. Kita harus banyak sosialisasi kepada pelaku usaha untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya. Sekolah akan membentuk tim ketahanan pangan agar jajanan yang dimakan anak ini aman,” ujarnya.

Comments
Loading...