Penilaian lomba HATINYA PKK, Kelurahan Karya Bakti Berhasil Menjadi Enam Besar Dari 99 Kota se-Indonesia

INFOLUBUKLINGGAU.ID – Penilaian lomba HATINYA PKK tingkat nasional tahun 2019 memasuki tahap akhir. Tim penilai dari pusat dijadwalkan akan menilai langsung ke Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II pada 21 Juni mendatang.

Kelurahan Karya Bakti telah berhasil menjadi enam besar dari 99 kota yang dinilai untuk tingkat nasional. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal tahun lalu untuk mendapatkan hasil maksimal dalam perlombaan ini.
Selain tim penilai dari pusat, Ketua TP PKK Sumsel dan wakilnya, juga akan turut memantau ke Kelurahan Karya Bakti secara langsung. Rombongan dari Pemprov tersebut dijadwalkan akan hadir lebih dulu pada 19 Juni.

Dalam rapat pemantapan lomba HATINYA PKK yang digelar di OP Room Dayang Torek, Selasa (11/06), Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung dan turun langsung merawat Kelurahan Karya Bakti. Ia mengatakan, Kelurahan Karya Bakti cukup luas dengan jumlah sembilan rukun tetangga (RT).

Dengan sisa waktu sekitar satu pekan, ia meminta persiapan semakin dimatangkan. Tidak hanya dengan tetap menjaga agar Tanaman Obat Keluarga (Toga) di depan rumah masing-masing warga, kampung markisa yang telah banyak memberikan hasil, hingga pembenahan jalan lingkungan untuk menuju ke lokasi penilaian. Persiapan akhir juga difokuskan pada hasil olahan buah dari kampung markisa agar bisa mengantongi izin dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Lubuklinggau.

Bahkan, BBPOM bersedia memberikan pelatihan pengolahan buah markisa yang memenuhi standar untuk segera mengantongi izin. Dengan semua persiapan tersebut, istri Wali Kota Lubuklinggau tersebut optimis dapat meraih hasil maksimal dalam ajang tersebut.

“Target kita tentu menjadi yang terbaik, dari enam kota tersebut akan mendapat predikat Utama peringkat 1-3 dan Madya peringkat 1-3. Madya 3 itu yang paling terendah,” katanya. (Kominfo)

Comments
Loading...