Jakarta – Sebuah tim peretas yang bernama LockBit mengaku telah berhasil meretas data BSI sebanyak 1,5 TB data.
Hal tersebut diungkapkan dalam cuitan akun @darktracer_int.
Dalam kicauannya tersebut Dark Tracer mengungkapkan bahwa LockBit adalah dalang dari tidak bisa diaksesnya layanan BSI selama berhari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka mengatakan sudah mencuri 15 juta data pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 TB data internal. Mereka memberikan ancaman akan merilis semua data di dark web apabila negosiasi tidak tercapai.” tulis Dark Tracer.
Layanan perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI) sendiri sudah terganggu sejak hari senin.
Banyak nasabah yang mengeluhkan mereka tak bisa menggunakan layanan perbankan BSI sehingga mengganggu aktivitas mereka.
Kemudian pada hari Rabu (10/5), Dirut BSI Hery Gunardi menyatakan bahwa layanan mereka sudah mulai normal dan bisa digunakan kembali.
Sejak saat itu pihak BSI mulai menemukan indikasi dugaan serangan siber, sehingga mereka perlu mematikan sistem untuk memastikan keamanan data mereka.
Halaman : 1 2 Selanjutnya