Buncis (dari bahasa Belanda boontjes untuk kacang-kacangan secara umum), adalah sejenis polong-polongan yang dapat dimakan dari berbagai kultivar Phaseolus vulgaris. Buah, biji, dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein. Ia dipercaya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di dalam 100 gram buncis terdapat berbagai nutrisi berikut:
- Air: 89.6 gram
- Protein: 24 gram
- Lemak: 0.3 gram
- Karbohidrat: 7.2 gram
- Serat: 1.9 gram
- Kalsium: 101 miligram (mg)
- Fosfor: 42 mg
- Zat besi: 0.7 mg
- Natrium: 8 mg
- Kalium: 250 mg
- Tembaga: 0.07 mg
- Seng: 0.3 mg
- Beta-karoten: 772 mcg
- Karoten total: 550 mcg
- Thiamin (Vitamin B1): 0.05 mg
- Riboflavin (Vitamin B2): 0.40 mg
- Niasin (Vitamin B3): 2.8 mg
- Vitamin C: 11 mg
Tidak hanya itu, buncis juga mengandung banyak nutrisi dan mineral lain yang baik untuk tubuh, seperti vitamin A, vitamin K, dan folat.
Daftar Manfaat Dari Buncis Bagi Kesehatan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Memperkuat Tulang
Manfaat buncis lainnya adalah membantu memperkuat tulang. Hal ini karena dalam satu cangkir sayuran ini mengandung 14 mikrogram vitamin K, atau memenuhi sekitar 20% kebutuhan harian Anda akan vitamin tersebut. Vitamin K sendiri berperan untuk mengubah protein dalam tulang, mengoptimalkan penyerapan kalsium, serta mengurangi ekskresi kalsium dari urin. Tak heran jika kekurangan vitamin K sering dihubungkan dengan risiko patah tulang yang lebih tinggi.
2. Menjaga Jantung Lebih Sehat
Buncis menjadi jenis sayuran yang tidak memiliki kandungan kolesterol. Salah satu efek dari hal ini adalah menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan membuat jantung menjadi lebih sehat. Terdapat kandungan serat larut dalam buncis yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan kolesterol total dalam darah.
Tak hanya itu, sayuran hijau ini juga memiliki kandungan flavonoid, sejenis antioksidan polifenol yang umum dijumpai pada sayuran dan buah dengan kadar yang bisa dibilang tinggi. Menurut buku Complementary and Alternative Therapies and the Aging Population menyebutkan bahwa, buncis dengan kandungan flavonoidnya yang tinggi dalam darah akan memicu efek anti trombotik, yang mencegah terjadinya darah menggumpal di bagian vena dan arteri. Menariknya, aktivitas trombotik ini ikut memainkan peran terhadap berbagai masalah kardiovaskular, termasuk stroke dan serangan jantung.
Halaman : 1 2 Selanjutnya