“Oleh karena itu, pada kesempatan ini izinkan kami mengucapkan terima kasih sekaligus permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini terdapat kekurangan sehingga tidak berkenan bagi para undangan sekalian,” imbuhnya.
Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin menyampaikan, target penurunan stunting menjadi dibawah 14 persen pada 2024 hanya dapat terlaksana bila kerjasama antar lembaga pemerintah pusat sampai dengan daerah terjalin dengan baik.
Ia mengutip UNICEF bahwa anak yang stunting merupakan anak yang tinggi badan dan otaknya tidak berkembang sesuai dengan usia seharusnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain stunting kata Wapres, pencegahan pernikahan dini juga harus digiatkan, karena dampak buruknya lebih besar dibandingkan manfaatnya.
“Segala hal yang membahayakan harus kita hindari, wajib hukumnya bagi kita menghindari hal yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain,” ingatnya.
“Keluarga yang hebat akan menghasilkan anak yang hebat, jadi harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Karena anak yang hebat merupakan harapan penerus bangsa yang hebat. Selamat Hari Keluarga Nasional ke-30. Anak bebas stunting, menuju Indonesia maju.” ucapnya menutup sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, ada penganugerahan tanda kehormatan berupa Satyalencana Wira Karya dari Presiden kepada Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana yang berjasa, berprestasi, berkomitmen dan memberikan dharma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia khususnya dalam pelaksanaan program Bangga Kencana sehingga menjadi panutan dan teladan bagi orang lain.
Turut hadir mendampingi wali kota, Sekda Kota Lubuklinggau, H Trisko Defriyansa, Asisten I, Kahlan Bahar, Kepala OPD dan pejabat Pemkot Lubuklinggau lainnya yang sempat hadir.
Halaman : 1 2