Tempe banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam. Berikut nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam tempe:
• Air: 55,3 gram
• Kalori: 201 kkal
• Protein: 20,8 gram
• Lemak: 8,8 gram
• Karbohidrat: 13,5 gram
• Serat: 1,4 gram
• Kalsium: 155 miligram
• Fosfor: 326 milligram
• Zat besi: 4,0 miligram
• Natrium: 9 miligram
• Kalium: 234 miligram
• Tembaga: 0,57 miligram
• Seng: 1,7 miligram
• Beta karoten: 0,0 mikrogram
• Thiamin: 0,19 miligram
• Riboflavin: 0,59 miligram
• Niacin: 4,9 miligram
Berikut manfaat dari tempe:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Mencegah anemia
Salah satu kandungan penting pada tempe yang bermanfaat mencegah anemia atau kurang darah adalah vitamin B12. Per 100 gram tempe mengandung sekitar 1,7 mikrogram vitamin B12 yang menjadikan pangan nabati ini satu-satunya sumber vitamin B12 yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kandungan ini cukup untuk memenuhi 42 persen kebutuhan vitamin B12 setiap harinya.
Dengan begitu para vegetarian dan vegan tidak perlu takut untuk kehilangan vitamin B12 pada asupan makanan sehari-hari. Kekurangan vitamin B12 dalam tubuh dapat menimbulkan gejala, seperti pusing, lemas, lelah, kulit pucat, keseimbangan tubuh menurun, dan mood labil.
2. Meningkatkan kesehatan jantung
Tempe mengandung asam lemak tak jenuh, terutama asam lemak omega-3 dan omega-6, yang dapat mendukung kesehatan jantung. Asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah.
Selain dari produknya, minyak untuk mengolah makanan–termasuk tempe–juga dapat memengaruhi kualitas makanannya. Salah satu jenis minyak yang direkomendasikan adalah minyak VCO.
3. Baik untuk Pencernaan
Makanan yang difermentasi mengandung probiotik. Probiotik menguntungkan, karena dapat memberikan manfaat kesehatan saat dimakan terutama untuk kesehatan pencernaan.
Studi telah menemukan bahwa probiotik meningkatkan pembentukan asam lemak rantai pendek di usus besar. Ini merupakan sumber energi utama untuk sel-sel yang melapisi usus besar Anda.
Meskipun penelitian telah memberikan hasil yang beragam, beberapa telah mengaitkan asupan prebiotik dengan peningkatan frekuensi tinja serta mengurangi peradangan saluran cerna.
Halaman : 1 2 Selanjutnya