Keluhan pertama yang mungkin Anda rasakan ketika terlalu banyak atau sering makan jeroan adalah sakit kepala. Hal ini karena jeroan termasuk dalam makanan tinggi tiramin.
Kadar tiramin yang tinggi diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya migrain dan sakit kepala. Sebenarnya, tubuh memiliki enzim monoamin oksidasi yang berperan dalam menghancurkan tiramin. Namun, beberapa orang tidak memiliki enzim tersebut dalam jumlah yang cukup.
Kadar tiramin yang tinggi dapat memicu produksi hormon epinefrin di dalam tubuh. Jumlah epinefrin yang berlebih inilah yang diduga menyebabkan sakit kepala dan migrain setelah mengonsumsi jeroan.
Serangan jantung
Jeroan umumnya mengandung kadar kolesterol dan lemak jenuh yang tinggi. Meskipun lemak dibutuhkan tubuh, tetapi Anda harus tetap memerhatikan jumlah konsumsinya.
Pasalnya, konsumsi lemak jenuh yang berlebihan justru dapat menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah. Kondisi inilah yang membuat Anda lebih mudah untuk terkena serangan jantung.
Stroke
Lemak jenuh yang terdapat dalam jeroan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein) di dalam tubuh. Kadar LDL yang terlalu tinggi berkontribusi terhadap pembentukan plak di pembuluh darah arteri.
Pembuluh darah yang tersumbat oleh plak membuat pasokan darah ke otak menjadi terganggu. Hal inilah yang menyebabkan seseorang terkena stroke.
Kerusakan hati
Vitamin A yang terkandung dalam jeroan tergolong cukup tinggi, sementara batas aman konsumsi vitamin A per hari adalah 10.000 mikrogram. Sebagai contoh, dalam 100 gram paru dan hati sapi masing-masing terkandung vitamin A sebanyak 2.800 mikrogram dan 1.200 mikrogram.
Mengonsumsi jeroan terlalu sering dan terlalu banyak dapat menyebabkan penumpukan vitamin A di dalam tubuh. Risiko sering makan jeroan berupa kelebihan vitamin A dapat mengakibatkan mual, muntah, sakit kepala, diare, hingga kerusakan hati dan pengeroposan.
itulah beberapa efek samping konsumsi jeroan terlalu sering, semoga bermanfaat.
Halaman : 1 2