
Sementara dalam laporannya, Kepala DPPKB Lubuklinggau, Henny Fitrianty menyampaikan pembinaan ketahanan remaja merupakan program yang dikembangkan untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai fase reproduksi sehat.
Upaya tersebut sambungnya dilakukan dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga sebagaimana tertuang dalam pasal 48 UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Kepala BKKBN Provinsi Sumsel Mediheryanto, SH,MH dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Lubuklinggau yang telah memfasilitasi dan mengukuhkan forum genre dan duta genre.
“Forum genre merupakan fasilitasi para remaja untuk mewujudkan generasi berencana, dapat mencegah stunting, motivator, tauladan, penggerak sera contoh dilingkungannya,” jelas dia.
Mereka adalah calon kepala keluarga dan ibu rumah tangga agar tercipta keluarga berkualitas dan berencana, dimulai dengan pendidikan setelah itu mencari pekerjaan.
“Jadi jangan menikah dulu kalau belum bekerja. Usia matang minimal 25 tahun untuk laki-laki dan perempuan 21 tahun,” tandasnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi remaja oleh Ketua TP PKK Lubuklinggau Hj. Yetti Oktarina Parana.
Hadir dalam acara tersebut, Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kahlan Bahar, Ketua GOW Lubuklinggau, Hj Sri Haryati Sulaiman, mewakili Kadinkes, mewakili Kadis Dikbud, dan Kepala DP3APM Lubuklinggau, Heri Suryanto.(*/adv).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2