Selada atau daun sla (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Selada digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk sup, sandwich, dan bahkan bisa dipanggang. Celtuce (selada asparagus) adalah salah satu jenis yang dihasilkan dari batangnya, yang dapat dimakan mentah atau dimasak. Selama ribuan tahun digunakan manusia, ia telah memperoleh nilai religius dan terapeutik di samping penggunaan utamanya sebagai sayuran. Awalnya, Eropa dan Amerika Utara mendominasi pasar selada, tetapi pada akhir abad kedua puluh, konsumsi selada telah menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1969, produksi selada dan sawi putih dunia mencapai 27 juta ton, dengan China menyumbang 56% dari total. Berikut informasi gizi selada per 100 gram menurut USDA National Nutrient Database for Standard Reference:
• Kalori (kcal): 14
• Jumlah Lemak: 0,2 g
• Natrium: 28 mg
• Kalium: 194 mg
• Jumlah Karbohidrat: 2,9 g
• Serat pangan: 1,3 g
• Gula: 0,8 g
• Protein: 1,4 g
• Vitamin C: 9,2 mg
• Kalsium: 36 mg
• Zat besi: 0,9 mg
• Vitamin B6: 0,1 mg
• Magnesium: 13 mg
Selada merupakan sumber vitamin A, C, dan K yang baik. Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan kekebalan tubuh, vitamin C berperan dalam membantu penyerapan zat besi dan menjaga kesehatan kulit, serta vitamin K diperlukan untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, selada juga mengandung serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Meskipun rendah kalori, selada tetap penting diimbangi dengan makanan bergizi lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anda.
Berikut manfaat dari selada:
1. Membantu menurunkan berat badan
Jika anda sedang dalam program diet untuk menurunkan berat badan, tidak ada salahnya mencoba masukkan selada ke dalam menu diet anda.
Selada mengandung serat dan rendah kalori sehingga cocok untuk membantu menurunkan serta mengontrol berat badan.
Melansir dari PLoS Medicine, mengonsumsi selada yang mengandung serat tinggi mampu meningkatkan rasa kenyang. Kondisi ini mampu mengurangi asupan energi total dan mencegah penambahan berat badan.
2. Menurunkan tekanan darah
Selain menjaga kesehatan jantung, kandungan potasium juga sangat baik bagi pengidap tekanan darah tinggi.
Pasalnya potasium bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara mengurangi efek natrium dan melebarkan pembuluh darah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya