Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah kondisi gangguan mental yang ditandai oleh pola pikir yang mengganggu (obsesi) dan perilaku berulang atau tindakan mental (kompulsi) yang sulit untuk dikendalikan.
Kondisi ini mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari.
Dalam artikel ini, infolubuklinggau.id akan menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi ini, termasuk gejalanya, penyebabnya, dan pilihan pengobatan yang tersedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gejala OCD
Orang dengan obsesi ini mengalami obsesi yang kuat dan mengganggu, yang merupakan pikiran, keinginan, atau gambar yang datang secara berulang dan sulit untuk dikendalikan.
Beberapa contoh obsesi umum termasuk takut terhadap kontaminasi, kekhawatiran berlebihan terkait keamanan, ketertiban, atau agama, serta ketakutan akan kegagalan atau tindakan kekerasan.
Untuk mengurangi kecemasan yang timbul akibat obsesi tersebut, individu dengan kondisi ini melakukan kompulsi, yaitu tindakan berulang yang dilakukan secara terus-menerus.
Contoh kompulsi meliputi mencuci tangan berulang kali, memeriksa sesuatu secara berulang, mengatur atau menghitung benda dengan cermat, serta mengulangi kata-kata atau doa secara berulang.
Penyebab OCD
Penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, tetapi faktor genetik, perubahan kimia dalam otak, serta faktor lingkungan dapat berperan dalam perkembangan kondisi ini.
Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan antara keturunan dan OCD, sehingga ada kecenderungannya dapat diturunkan dalam keluarga.
Selain itu, ketidakseimbangan kimia dalam otak, terutama pada neurotransmiter seperti serotonin, dapat memainkan peran penting dalam timbulnya gejala OCD.
Pilihan Pengobatan
Pengobatannya melibatkan pendekatan kombinasi antara terapi psikologis dan pengobatan dengan obat-obatan.
Terapi kognitif perilaku (CBT) adalah terapi yang paling umum digunakan untuk OCD.
Halaman : 1 2 Selanjutnya