Lebih lanjut Wapres mengemukakan pemilihan tema manajemen talenta sangat relevan dengan agenda transformasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Kebijakan manajemen talenta dapat menjadi instrumen efektif untuk memilah dan memilih calon-calon pemimpin di berbagai tingkatan organisasi. Indonesia tak hanya berdaya saing unggul dan handal tetapi juga cerdas, lincah dan memiliki empati yang menandakan kecerdasan emosional terbaik, ini juga harus diciptakan secara terukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu kata Wapres, dirinya ingin menyampaikan empat hal penting, yakni pertama perkuat langkah kolaborasi dalam mewujudkan peta jalan kebijakan manajemen talenta nasional, petakan kendala yang dihadapi dalam empat tahun terakhir, baik di level nasional maupun daerah.
Kedua, rumuskan langkah-langkah aspek regulasi jika belum selaras dengan penerapan manajemen talenta di semua tingkatan.
Ketiga, para talenta birokrat yang telah dipetakan dan dibina secara khusus agar dibekali dengan visi dan semangat pencegahan serta pemberantasan korupsi, penyalahgunaan kewenangan serta pola hidup sederhana.
Dan keempat, agar kebijakan manajemen talenta nasional juga memperhatikan peran strategis ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024 agar senantiasa menjunjung sikap netralitas dan profesional dalam menunaikan tugas-tugas birokrasi sesuai peran dan tanggungjawabnya.
Dalam rakornas tersebut, BKN juga mengumumkan penghargaan bagi pengelola kepegawaian terbaik melalui BKN Award Tahun 2023 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen instansi pemerintah dalam mendukung kemajuan kinerja birokrasi, khususnya dalam manajemen ASN.
Dan Kota Lubuklinggau masuk nominasi kategori implementasi penerapan manajemen kinerja, pemerintah kota tipe sedang.
Turut hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H Hendri Hermani, Kepala BKPSDM, Yulita Anggraini, Kepala Diskominfotiksan, M Johan Imam Sitepu, dan OPD terkait. (*)
Halaman : 1 2