Menelusuri Jejak Puyang di Bumi Seribu Puyang: Warisan Budaya dan Kearifan Lokal di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir

Wednesday, 3 July 2024 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makam Puyang Sedupi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir

Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terdapat julukan unik yang mencerminkan kekayaan budayanya: “Bumi Seribu Puyang”. Julukan ini merujuk pada banyaknya makam leluhur atau tokoh pendiri desa yang dihormati dan diyakini memiliki kesaktian. Sosok-sosok “Puyang” ini bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal dan identitas bagi masyarakat PALI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah dan Kepercayaan tentang Puyang

Istilah “Puyang” berasal dari kata “mpu” yang berarti “leluhur” atau “orang tua” dan “yang” yang berarti “pemilik” atau “yang memiliki”. Dalam tradisi masyarakat PALI, Puyang diyakini sebagai orang pertama yang mendirikan sebuah desa atau perkampungan. Mereka dihormati dan dikaruniai kesaktian, sehingga makam mereka sering menjadi tempat ziarah dan ritual adat.

Baca Juga  Aksara Komering: Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan

Keberagaman Makam Puyang di PALI

Di berbagai penjuru PALI, terdapat banyak makam Puyang yang dijaga dan dilestarikan. Masing-masing makam memiliki cerita dan keunikannya sendiri. Salah satu yang terkenal adalah Makam Puyang Sedupi di Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang. Puyang Sedupi diyakini sebagai penyebar agama Islam di wilayah tersebut dan memiliki karomah atau kesaktian luar biasa.

Makam Puyang sebagai Simbol Kearifan Lokal

Baca Juga  Walikota Lubuklinggau Ramah Tamah bersama Peserta STQH XXVII

Keberadaan makam Puyang tidak hanya menjadi daya tarik wisata religi, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal dan identitas bagi masyarakat PALI. Masyarakat setempat mewarisi tradisi dan nilai-nilai luhur yang berkaitan dengan Puyang, seperti penghormatan terhadap leluhur, pelestarian alam, dan gotong royong.

Upaya Pelestarian dan Tantangan

Pemerintah daerah dan masyarakat PALI terus berupaya untuk melestarikan makam Puyang dan tradisi terkaitnya. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pemugaran makam, penyelenggaraan festival budaya, dan edukasi kepada generasi muda. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi, seperti minimnya dokumentasi sejarah dan kurangnya perhatian dari generasi muda.

Baca Juga  Tradisi Mandi Pusaka di Sumatera Selatan: Ritual Penyucian Benda Pusaka Penuh Makna

Kesimpulan

Puyang dan makamnya merupakan warisan budaya yang tak ternilai bagi masyarakat PALI. Melestarikan situs-situs ini dan tradisi terkaitnya bukan hanya untuk menjaga sejarah, tetapi juga untuk memperkuat identitas lokal dan menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi muda.

Catatan:

  • Artikel ini hanya memberikan gambaran umum tentang Puyang di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Masih banyak cerita dan tradisi menarik yang terkait dengan Puyang yang belum terdokumentasikan.
  • Penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk menggali dan melestarikan warisan budaya ini.
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkot Lubuklinggau Terima Bantuan Benih Cabai dan Bawang Merah dari Pemprov Sumsel
Lempok Durian Camilan Khas dari Sumatera Selatan
Mengenal “Kudok” Senjata Tradisional Khas Sumatra Selatan
Mandi Darah: Tradisi Unik di Desa Pauh, Muratara untuk Membayar Nazar dan Ungkapan Syukur
Tradisi Mandi Pusaka di Sumatera Selatan: Ritual Penyucian Benda Pusaka Penuh Makna
Aksara Komering: Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
Menjelajahi Keindahan Alam Sumatera Selatan: Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi
Tradisi Upacara Adat Mandi Kasai di Lubuklinggau

Berita Terkait

Sunday, 12 November 2023 - 13:56 WIB

6 Kuliner dan Makanan Khas Musi Rawas Yang Wajib Anda Coba

Sunday, 5 November 2023 - 01:26 WIB

Bupati Ratna Machmud Tutup Musi Rawas Festival Tahun 2023

Monday, 12 June 2023 - 12:15 WIB

Satu Rumah Panggung Di Selangit Ludes Terbakar

Sunday, 21 May 2023 - 00:56 WIB

Bupati Musi Rawas Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Sebesar 50juta dan Santunan Anak Yatim

Monday, 17 April 2023 - 06:05 WIB

Polres Musi Rawas Amankan Pencuri Buah Kelapa Sawit

Friday, 31 March 2023 - 17:07 WIB

Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud melantik 215 Pejabat

Wednesday, 29 March 2023 - 03:27 WIB

Bupati Musi Rawas Serahkan bantuan Korban Banjir di Desa Semangus

Wednesday, 29 March 2023 - 03:19 WIB

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas Tahun 2022 Peringkat Pertama Se Sumsel

Berita Terbaru

Sumsel

Lempok Durian Camilan Khas dari Sumatera Selatan

Friday, 5 Jul 2024 - 10:57 WIB

Food & Travel

Mengenal “Kudok” Senjata Tradisional Khas Sumatra Selatan

Friday, 5 Jul 2024 - 10:38 WIB