Pemakaian minyak jelantah atau minyak goreng yang telah digunakan berulang kali memang populer. Terutama untuk penjual makanan seperti gorengan. Tujuan utamanya tentu saja menekan biaya produksi, karena minyak goreng baru harganya memang terbilang lebih mahal ketimbang minyak jelantah. Sayangnya, tidak mengganti minyak goreng yang warnanya telah menjadi coklat gelap ternyata bisa memicu efek negatif untuk kesehatan. Semakin sering kamu pakai minyak jelantah untuk memasak maupun menggoreng, semakin besar pula bahaya minyak jelantah yang mungkin terjadi pada tubuh.
Berikut beberapa bahaya di antaranya:
1. Memicu naik berat badan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tingginya kadar lemak trans dan kalori menjadi bahaya minyak jelantah lain yang perlu kamu waspadai. Studi dalam Food Chemistry menyebutkan, minyak zaitun yang dikenal bebas kandungan lemak trans juga akhirnya akan mengeluarkan lemak jahat ini jika dipakai berulang kali. Lemak trans dan kalori berlebihan bisa memicu terjadinya obesitas.
2. Infeksi bakteri
Minyak goreng yang telah dipakai berulang kali menjadi tempat ideal untuk bakteri berkembang biak. Salah satunya bakteri Clostridium botulinum yang menyebabkan penyakit botulisme. Jika minyak tidak diganti, akan terjadi penumpukan bakteri yang memicu infeksi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya