3. Infeksi virus dan bakteri
Beberapa jenis infeksi virus, seperti gondongan, flu, dan HIV, dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar ludah. Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, nyeri sendi, kedua pipi bengkak, dan sakit kepala.
Namun, berbeda dengan kelenjar ludah lainnya, kelenjar parotis sering kali terinfeksi bakteri. Gejala yang dapat muncul adalah demam, nyeri, dan bengkak pada salah satu sisi pipi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
4. Kista
Kista dapat terbentuk di kelenjar ludah jika terdapat luka, infeksi, tumor, atau batu yang menyumbat aliran air liur. Namun, ada juga orang yang dilahirkan dengan dengan kista di kelenjar parotis. Kondisi tersebut biasanya diakibatkan adanya gangguan perkembangan telinga.
Kista di kelenjar ludah dapat menyebabkan penderitanya sulit makan, berbicara, dan menelan. Terkadang, disertai pula dengan lendir kuning yang mengalir keluar dari kelenjar ludah apabila kista pecah.
5. Infeksi kelenjar ludah (sialadenitis)
Aliran air liur ke dalam mulut yang terhambat dapat menyebabkan infeksi bakteri pada kelenjar ludah. Infeksi ini membuat kelenjar membengkak, menimbulkan benjolan pada lapisan kulit di atasnya, atau benjolan di bawah rahang jika ada infeksi di kelenjar ludah submandibula dan bisa mengeluarkan nanah berbau busuk.
Sialadenitis memang lebih sering terjadi pada orang dewasa yang memiliki batu di kelenjar ludah. Namun, tidak menutup kemungkinan dialami juga oleh bayi pada beberapa minggu pertama kelahiran.
Inilah beberapa informasi mengenai macam-macam ganguan kelenjar ludah yang telah kami kutip dari sumber terpercaya.
Halaman : 1 2