Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi. Tahu berasal dari Tiongkok, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Nama “tahu” merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu), yang secara harfiah berarti “kedelai terfermentasi”. Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia berikut kandungan gizi 100 gram tahu.
• Air: 82,2 gram (g).
• Kalori: 80 kkal.
• Protein: 10,9 g.
• Lemak: 4,7 g.
• Karbohidrat: 0,8 g.
• Serat: 0,1 g.
• Kalsium: 223 miligram (mg).
• Fosfor: 183 mg.
• Zat besi: 3,4 mg.
• Natrium: 2 mg.
• Kalium: 50,6 mg.
• Thiamin (vitamin B1): 0,01 mg.
• Tembaga: 0,19 mg.
• Seng (zinc): 0,8 mg.
• Beta Karoten: 118 microgram (mcg).
• Riboflavin (vitamin B2): 0,08 mg.
• Niasin: 0,1 mg.
Selain kandungan di atas, tahu juga memiliki fitoestrogen yaitu isoflavon, serta mineral magnesium, selenium, dan mangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Macam-macam khasiat tahu:
1. Mengurangi risiko kanker prostat
Mengonsumsi tahu secara rutin juga dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.
Sama seperti kanker payudara, manfaat ini dapat Anda peroleh karena kandungan fitoestrogen (isoflavon) dalam tahu.
Namun, tak hanya itu, kandungan selenium pada tahu juga memiliki sifat antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel penyebab kanker prostat.
2. Melancarkan sistem pencernaan
Kacang kedelai beserta produknya, termasuk tahu, kaya akan serat yang dapat membantu melancarkan sistem pencernaan Anda.
Dikutip dari Mayo Clinic, makanan berserat tinggi dapat membantu mengontrol gerak usus, sehingga terhindar dari penyakit pada sistem pencernaan, terutama sembelit.
Tak hanya itu, kandungan serat dalam tahu juga memiliki khasiat untuk meredakan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS).
Halaman : 1 2 Selanjutnya