Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Dalam 100 gram jengkol mentah, terkandung sekitar 192 kalori dan beberapa nutrisi lain, seperti:
• 52 gram air
• 5 gram protein
• 0,3 gram lemak
• 41 gram karbohidrat
• 1,5 gram serat
• 241 miligram kalium
• 150 miligram fosfor
• 60 miligram natrium
• 31 miligram vitamin C
Selain itu, jengkol juga mengandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut manfaat dari jengkol:
1. Mengontrol gula darah
Manfaat jengkol yang tidak kalah penting adalah mampu mengontrol kadar gula darah. Hal ini berkat kandungan kalium dan serat pada jengkol yang dapat mendukung kerja insulin dan memperlambat penyerapan gula, sehingga dinilai baik dalam mengontrol kadar gula darah.
Namun, untuk mengontrol kadar gula darah pada kondisi diabetes, penderitanya juga dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan rendah gula dan mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter.
2. Sumber protein
Jengkol, dengan kandungan protein nabati yang kaya akan asam amino esensial, menjadi pilihan luar biasa untuk memenuhi kebutuhan protein harian kita. Protein sangat penting untuk pembentukan otot, pertumbuhan, dan pemeliharaan jaringan tubuh secara umum. Dengan menambahkan jengkol dalam pola makan kita, kita dapat memastikan bahwa tubuh mendapatkan asupan protein yang sehat.
3. Menyehatkan kulit
Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam jengkol membantu menjaga kesehatan kulit. Nutrisi ini tidak hanya membantu mengurangi peradangan, tetapi juga mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit.
Halaman : 1 2 Selanjutnya