5. Otak depan tidak berkembang
Penelitian menjelaskan bahwa kinerja otak anak yang sering bermain game memiliki kecenderungan otak depan tidak berkembang. Disisi lain anak yang lebih banyak belajar aritmatika akan lebih berkembang otak depannya. Hal ini terjadi karena pada kenyataan bahwa sebagian besar anak yang sering bermain game akan malas berpikir dan cenderung susah untuk fokus pada pelajaran. Dan berdampak besar pada penurunan konsentrasi belajar yang berimbas pada prestasi akademik siswa.
6. Terkena gangguan mental
WHO telah menetapkan bahwa kecanduan game atau game disorder sebagai gangguan mental. Para ahli di WHO menambahkan kecanduan game ke dalam International Statistical Classification of Diseases (ICD) ke-11 . Draf dokumen ICD tersebut menggambarkannya sebagai pola perilaku bermain game yang terus-menerus atau berulang yang begitu parah, sehingga “mendahulukan (game) dari kepentingan hidup lainnya”. Bahkan, di beberapa negara telah mengidentifikasi bahwa kencanduan game sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama.
Demikianlah informasi yang dapat kami kutip mengenai dampak negatif kecanduan game, semoga bermanfaat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2