Cacing kremi umumnya dapat bertelur, berkembang biak, dan menyebabkan infeksi di dalam usus. Namun, telur-telur cacing kremi bisa menyebar melalui kotoran dan menempel serta hidup di permukaan kuku atau benda, misalnya mainan anak.
Penularan infeksi cacing kremi atau keremian pun tergolong cepat dan mudah, yaitu dengan menelan atau menghirup telur cacing kremi. Setelah tertelan atau terhirup, telur cacing dapat masuk ke dalam tubuh dan menetap di usus hingga menetas menjadi cacing dewasa dan akhirnya keluar melalui anus.
Fakta yang perlu diketahui seputar penularan cacing kremi, yaitu:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Anus gatal merupakan ciri-ciri utama
Cacing kremi dewasa dapat meninggalkan usus dan bertelur di sekitar anus. Inilah yang menyebabkan anus terasa gatal, sehingga anak terlihat resah dan menjadi susah tidur. Meski begitu, ada sebagian anak yang tidak merasakan gejala apa pun saat terinfeksi.
Infeksi cacing kremi juga bisa ditandai dengan adanya ruam merah dan iritasi kulit di sekitar anus, serta ditemukannya cacing kremi pada area anus dan tinja anak.
2. Cacing kremi senang hidup di balik kuku yang panjang
Penularan penyakit akibat infeksi cacing kremi pada anak dapat menyebar melalui banyak cara, salah satunya melalui kuku tangan anak yang kotor. Hal ini karena telur cacing kremi sering kali bersembunyi di balik kuku yang panjang.
Oleh karena itu, selain menjaga kuku tetap pendek dan bersih, pastikan anak Anda menghindari kebiasan menggigit kuku dan ajarkan untuk selalu rajin mencuci tangan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya